Inilah Masjid-Masjid Indah di Indonesia yang Juga Menjadi Destinasi Wisata Religi

Islam

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, wajar jika Indonesia memiliki banyak sekali masjid di penjuru wilayahnya. Beberapa masjid bahkan memiliki arsitektur dengan keindahan luar biasa. Selain itu, ada pula beberapa masjid yang memiliki nilai-nilai spiritual yang menjanjikan sebagai tujuan wisata religi yang menarik untuk dikunjungi.

Selain sebagai tempat beribadah orang yang beragama Islam, masjid-masjid dengan keindahan di atas rata-rata berikut ini juga menjadi tujuan wisata religi favorit umat Muslim di Tanah Air. Beberapa diantara masjid-masjid indah di Indonesia ini antara lain;

Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Secara sekilas, gaya arsitektur Masjid Raya Baiturrahman mirip dengan Taj Mahal yang ada di India. Memiliki bentuk bangunan yang sangat indah, wajar jika masjid ini termasuk dalam daftar masjid terindah di Indonesia. Didirikan di atas lahan 4.760 m2, masjid ini sanggup memuat hingga 9,000 jamaah. Bangunan ini juga menjadi tujuan wisata favorit di wilayah Aceh karena keindahannya yang luar biasa.

Desain arsitektur dari Masjid Raya Baiturrahman bisa dikatakan sebagai gabungan dari berbagai wilayah di dunia. Bagian gerbang utama mirip dengan desain rumah klasik Belanda, terletak di depan pintu utama masjid dan dibatasi oleh serambi ala arsitektur masjid di Spanyol. Sedangkan pintu yang menjadi sekat ke ruangan utama memperlihatkan arsitektur kuno India.

Pada bagian ruang utama, jamaah akan melihat hamparan putih lantai marmer khas Italia. Selain itu, ruangan ibadah utama juga disangga tiang-tiang berwarna putih dengan hiasan aksen di bagian bawah. Paduan warna ini mengesankan ruang utama masjid yang terlihat semakin luas dan nyaman.

Saat ini Masjid Raya Baiturrahman emiliki 7 kubah, 4 menara dan sebuah menara induk. Masjid ini selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa seiring dengan pembangunan arsitekturnya serta berbagai macam kegiatana positif yang digelar oleh masyarakat.

Di area yang begitu luas tersebut, masjid ini memiliki halaman dengan sebuah kolam lengkap dengan rerumputannya yang benar-benar terawat dan ditata dengan rapi.selain rerumputan, keindahan lain juga muncul dari berbagai macam tanaman hias yang dipelihara di area taman tersebut.

www.pexels.com

Kubah masjid raya ini nampak mengutamakan konsep arsitektur modern dengan menggunakan jenis kubah yang menerapkan sistem panel enamel. Kubah ini memiliki bentuk yang indah dan elegan namun sangat kokoh.

Pada bagian dalam kubah utama yang tempatnya berada di tengah-tengah ruangan utama masjid tersebut, terdapat hiasan lampu gantung yang menggendong hingga 17 titik. Hiasan megah untuk interior masjid ini bahkan sudah bisa dilihat dari bagian mihrab masjid tepat di titik tengah di depan ruang utamanya.

Fasad bangunan Masjid Raya Baiturrahman banyak menggunakan garis lengkung horizontal yang menjadi ciri dari arsitektur Timur Tengah. Bagian depan dan di timur terdapat gerbang yang menyatu dengan bagian unit utamanya. Bagian utama ini memiliki denah segi empat dan dikelilingi oleh tangga pada bagian depan dengan kiri maupun kanannya.

Pada 1935, pejabat Belanda A.P.H. van Haken menambah jumlah bagian utama  menyesuaikan dengan penambahan bangunan di sisi kiri dan kanan masjid. Di depan bagian utama terdapat 3 kolom yang berbentuk silinder yang merupakan ciri dari arsitektur bangsa Moor yang banyak ditemukan pada masjid kuno Afrika Utara hingga Spanyol.

Ada 3 buah pelengkung patah yang menjadi ciri arsitektur Persia di tiap 2 kolom. Bagian atas dari kolom tersebut terdapat semacam typanum dengan bentuk berjenjang mirip penampang suatu tangga. Konsrtuksi semcam ini diketahui merupakan ciri rumah klasik ala Belanda. Bisa disimpulkan bahwa arsitektur masjid ini merupakan campuran dari berbagai budaya di dunia.

Masjid Ramlie Musofa Jakarta

Di Jakarta, masjid yang paling terkenal pastinya adalah Masjid Istiqlal. Namun dari segi keindahan, Masjid Ramlie Musofa tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Masjid ini didirikan tahun 2011 dengan tampilan yang mewah dan klasik dengan dominan warna putih dan pemandangan danau.

Masjid yang berada di kawasan Sunter, Jakarta Utara ini berdiri megah di belantara rumah-rumah besar yang bertebaran di Jl. Danau Sunter Selatan. Bangunan 3 lantai ini memiliki 1 kubah besar dan dikelilingi oleh banyak tiang kecil di sekitarnya. Di bagian luar, hiasan ornamen khas Arab menjadi pemandangan utama dari masjid  yang terlihat mirip dengan Taj Mahal India.

Pihak pengurus masjid menyebut bahwa arsitektur masjid ini memang sengaja dibuat agar mirip dengan Taj Mahal yang terkenal dari India. Bahkan sang pendiri Masjid Ramlie Musofa ini dikatakan juga terinspirasi oleh kisah dibuatnya Taj Mahal sebagai lambang cinta dari seorang raja pada sang istri. Bedanya, masjid ini merupakan lambang cinta sang pendiri kepada Allah SWT, sebagai lambang cintanya pada Islam dan lambang cintanya pada keluarga.

Masjid yang diberi nama Ramlie Musofa tersebut ternyata dinamai berdasar pada inisial keluarga sang pendiri, yakni “Ra” dari Ramli Rasidin dengan “Lie” dari nama sang istri, yaitu Lie Njok Kim. Selanjutnya “Mu” dari nama anak pertama yaitu Muhammad, “So” dari nama Sofian anak keduanya lalu “Fa” adalah dari nama anak ketiga yakni Fabian.

www.pexels.com

Masjid Agung Semarang

Masjid terindah yang ketiga ini menawarkan sesuatu yang berbeda dari kedua masjid di atas yang memiliki arsitektur klasik. Masjid Agung Semarang berdiri dengan gaya futuristik yang merupakan gabungan dari konsep Jawa dengan Yunani. Salah satu yang membuat masjid ini populer yaitu adanya payung hidrolik super besar yang bisa membuka lalu menutup otomatis.

Kehadiran payung raksasa ini akan mengingatkan Anda pada keindahan Masjid Nabawi yang ada di Madinah karena suasana yang dihadirkan begitu mirip. Masjid Agung Jawa Tengah ini juga termasuk ke dalam daftar masjid termegah yang ada di Indonesia dan beralamat di Jl Raya Gajah, Semarang.

Jika Anda memiliki rencana untuk mengunjungi masjid ini di saat bulan Ramadha, Anda bisa menyaksikan tradisi masyarakat setempat menyambut bulan Suci. Tradisi yang bernama Dugderan ini juga bisaAnda saksikan di kawasan Masjid Agung.

Masjid Agung berdiri di atas lahan 10 hektar dengan 6 buah payung elektrik super besar dengan bangunann menara yang memiliki ketinggian mencapai 99 meter. Anda bisa naik ke menara untuk menyaksikan panorama Kota Semarang dari ketinggian.

Menerapkan gaya arsitektur dari berbagai kebudayaan dunia, Masjid Agung ini ternyata juga sarat akan nilai-nilai falsafah. Simbol-simbol religius dapat terlihat dari gaya arsitektur Jawa, Romawi, Yunani terkemas dalam nilai Islami. Anda bisa melihat air mancur yang memiliki 5 tulisan rukun Islam dinatarnay Syahadat, Shalat, Zakat, Puasa dan Haji.

Pada latar depan bagian masjid tersebut memiliki 25 pilar sebagai perlambang dari 25 nabi. Pilar-pilar tersebut juga tak lepas dari seni arsitektur untuk semakin meningkatkan kemegahan masjid. Gaya pilar mirip dengan tiang yang dimiliki oleh bangunan Coloseum Romawi menggunakan hiasan kaligrafi yang indah.

Yang menjadikan masjid ini lebih unik adalah penggunaan atap limas pada bangunan utama masjid. Penggunaan atap bebentuk  ini merupakan gaya bangunan Jawa. Atap tersebut memiliki diameter 20 meter dengan 4 menara dimana masing-masing memiliki ketinggian mencapai 62 meter.

www.pexels.com

Masjid Al-Irsyad Bandung

Masjid Al-Irsyad ini dibangun pada tahun 2009 mengambil lokasi di Kota Baru Parahyangan dan menjadi satu dari bangunan kebanggaan masyarakat Bandung. Masjid yang diarsiteki oleh Ridwan Kamil ini mengedepankan kesan minimalis dan berhasil mendapatkan penghargaan FuturArc Green Leadership Award pada tahun 2010.

Tidak seperti bangunan tempat ibadah Muslim pada umumnya, masjid unik memiliki bentuk kubus tanpa kubah dengan detail bangunan yang luar biasa. Bagian dinding memiliki lubang-lubang yang berguna sebagai ventilasi. Lubang tersebut juga memberikan kesan artistik tersendiri yang mungkin tidak akan Anda temukan dari masjid lain.

Ketika Anda memperhatikan lubang-lubang tersebut, maka akan terbaca dua kalimat syahadat. Belum lagi saat lampu malam hari dinyalakan, maka sinar yang menerobos lubang tersebut akan membentuk lafaz syahadat.

Memasuki bagian dalam, nuansa ketenangan akan segera jamaah rasakan sehingga kenyamanan beribadah dapat ditingkatkan. Interior masjid yang minimalis nyatanya memiliki nuansa yang tidak seminimal itu. Dari bagian mimbar yang tidak tertutup oleh dinding, pengunjung dapat tetap melihat panorama arah bukit hijau yang indah.

www.pexels.com

Masjid Sultan Suriansyah Banjamasin

Sebagai salah satu masjid tertua di wilayah Banjarmasin, masjid yang satu ini menawarkan keunikan dari bentuknya yang menyerupai bentuk rumah panggung. Dibangun sekitar tahun 1526 sampai 1550, Masjid Sultan Suriansyah terletak di Kelurahan Kuin Utara.

Citarasa budaya etnik begitu kental terasa dari masjid yang satu ini. Pada bagian dalam, Anda dapat melihat ukiran khas Kalimantan yang tidak akan mudah Anda jumpai di masjid-masjid lain di Indonesia. Selain itu, kekayaan budaya Banjar juga langsung terasa dari konstruksi rumah panggung serta menggunakan atap tumpang.

Ketika melongok ke bagian dalam masjid, Anda akan menyadari banyaknya simbol-simbol Islam yang seakan menyatu dalam nuansa khas Banjar. Simbol-simbol yang dimaksud bisa Anda temukan dari berbagai ukiran kaligrafi Arab bertuliskan ayat Alquran serta nama Allah. Pada sejumlah bagian lain, terdapat ukiran khas Banjar yang berupa manggis, nanas, tali serta bunga. Pada bagian tengah dari masjid kuno ini, terdapat 4 tiang yang tetap dipertahankan keasliannya sejak dibangun pertama kalinya.

Pemasangan tiang guru ini juga tak lepas dari nilai budaya Banjar serta pengaruh dari budaya Hindu masa lalu. Konon pada zaman peletakan keempat tiang tersebut, di bagian atas dari tiang tersebut diletakkan wafak, jimat khas Banjar yang berisi kalimat dalam tulisan Arab yang dirajah dengan doa-doa di dalamnya. Tujuan dari peletakan wafak ini adalah sebagai media perantara kuasa Allah agar bangunan selalu damai dan selamat dari ancaman bahaya.

Mihrab dari masjid ini menggunakan atap terpisah dari atap yang digunakan oleh bangunan induk. Bukan atap biasa, bagian ini juga dipenuhi oleh ukir-ukiran khas Banjar. Selain wisata religi, masjid ini seakan juga menawarkan wisata budaya dan sejarah dari gaya arsitektur kuno.

Dengan kekayaan yang tersimpan di masjid ini, maka wajar bila dimasukkan dalam kawasan cagar budaya dari Kerajaan Banjar. Inilah yang kemudian membuat masjid ini tetap dipertahankan struktur dasarnya meskipun sudah berulang kali mengalami pemugaran. Termasuk material yang digunakan.

Masjid ini dibuat memakai bahan dasar dari kayu ulin atau kayu besi khas Kalimantan yang membuatnya tetap kokoh berdiri hingga saat ini. Kayu ini terkenal akan solidnya sebagai bahan pembuatan bangunan.

Tidak seperti masjid kuno lain di pulau Kalimantan yang umumnya menggunakan bahan kayu ulin, Masjid Sultan Suriansyah ini masih tetap mempertahakan materialnya saat banyak masjid lain mulai diremajakan dengan material semen dan beton.

Arsitektur yang menyusun masjid ini ternyata menyiratkan berbagai simbol yang mungkin tak banyak diketahui oleh generasi sekarang. Beberapa nilai tersebut diantaranya penggunaan 4 tingkat bangunan yang berisi nilai simbol Islam. Bagian bawah, sebagai bangunan tempat jamaah melakukan shalat menyimbolkan syariat, ilmu tentang Islam. Pada tingkatan di atasnya, yaitu badan masjid dengan atap yang melandai untuk bangunan persegi sebagai simbol sebagai perintah untuk mengerjakan syariat Islam. Tingkat ketiga, memiliki bentuk yang sama dengan tingkat pertama dan kedua, tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil sebagai simbol dari tolong-menolong sebagai hakikat Islam. Hal ini dimaksudkan bahwa ketika ilmu Islam sudah didapat, kemudian dikerjakan dengan mewujudkannya dalam keseharian membantu sesama.

Arsitektur yang diterapkan pada bangunan ini juga memperlihatkan jejak sejarah tentang pengaruh besar dari Kerajaan Demak dalam upaya syiar Islam di wilayah Kalimantan Selatan.

Berkunjung ke masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin ini, selain dapat mengetahui sejarah, Anda juga dapat menyaksikan keindahan pemandangan sungai Kuin dengan sebuah dermaga yang berada di seberang masjid. Dermaga tersebut sudah ada sejak zaman dahulu dan digunakan sebagai pintu masuk kerajaan dan hingga kini masih aktif digunakan oleh warga lokal.

Akses menuju masjid ini juga tidak terlalu sulit. Masjid yang masuk dalam wilayah Kota Banjarmasin ini bisa Anda kunjungi dari jalan utama, Jl Pangeran yang juga menjadi gerbang masuk menuju kawasan Kuin.

www.pexels.com

Masjid Jami Malang

Masjid Jami Malang tercatat mulai dibangun tahun 1890 dan rampung di tahun 1903. Masjid ini memiliki air mancur di bagian tengah bangunannya. Keberadaan air mancur ini tentu saja membuat masjid ini tak sekedar menarik dikunjungi untuk melakukan ibadah namun juga untuk kunjungann wisata.

Masjid yang diyakini sebagai salah satu dari tiga masjid tertua di wilayah Jawa Timur, selain Masjid Ampel Surabaya dan Masjid Jami Pasuruan, ini masih memegang predikat sebagai masjid paling indah di Malang. Namun ternyata, bukan hanya keindahan yang menjadi daya tarik masjid yang satu ini.

Menyimak bentuk fisiknya, Masjid Jami’ Malang ini seperti menerapkan 2 gaya arsitektur besar, yakni gaya arsitektur Jawa dengan gaya arsitektur Arab. Pengaruh arsitektur Jawa dapat dengan mudah Anda lihat dari bentuk atap daro masjid bangunan lama yang berupa tajug. Sementara pengaruh daro gaya arsitektur Arab dapat dilihat dari wujud kubah di menara masjid serta konstruksi lengkung di bagian pintu serta jendela.

Nilai spiritual langsung terasa dari batas suci yang memiliki perbedaan ketinggian lantai dan dapat dilihat secara jelas dimana bagian lantai bangunan sakral tersebut memiliki jarak sekitar 105 cm lebih tinggi dari permukaan bangunan sekitarnya.

Pada bagian tempat imam juga memiliki nilai sakral  yang tersirat dari peninggian lantai. Masjid ini memang memiliki banyak sekali area yang dianggap sakral. Bahkan di bagian belakang mihrab masih terdapat sejumlah makam leluhur para pendiri masjid.

Bangunan Masjid ditopang 4 sokoguru utama yang dibuat menggunakan kayu jati serta 20 tiang lain yang bentuknya dibuat  menyerupai keempat kolom utama tersebut. Masjid yang juga sudah berulang kali mengalami renovasi ini ternyata tetap terjaga keaslian pada beberapa bagian yang dianggap penting.

Masjid Agung Tuban

Masjid Agung Tuban menggunakan desain bangunan yang menarik dan menyerupai bangunan Disneyland. Didirikan sekitar tahun 1894, masjid ini menerapkan konsep bangunan negeri 1001 malam.

Masjid agung yang lokasinya dekat dari lokasi makam Sunan Bonang ini juga menawarkan keindahan yang tidak kalah dari masjid-masjid indah di Indonesia lainnya. Masjid ini menawarkan sensasi keindahan yang sangat berbeda sebagai tujuan wisata religi.

Masjid ini juga memiliki banyak ornamen cantik, dihias oleh polesan yang mendetail, dengan hamparan lantai keramik indah, bagian tembok yang juga penuh oleh ukiran juga kubah berwarna-warni. Wajar jika pengunjung menyebut masjid ini bagai masjid di negeri dongeng yang mewah dan indah.

Berbeda dari bentuk masjid yang ada di pulau Jawa pada umumnya yang memiliki arsitektur atap yng terdiri atas 3 susun, masjid agung Tuban justru mirip dengan bangunan masjid ala Timur Tengah, Eropa dan India. Masjid ini memiliki khasnya sendiri dengan bentuk bangunan yang terdiri dari 2 bagian, yakni serambi serta ruang utama untuk shalat.

Ketika Anda melihat masjid ini secara sekilas, maka Anda akan menyedari adanya kemiripan dengan masjid raya Baiturrahman di Aceh. Sementara model menara yang dimiliki masjid Agung Tuban mirip dengan Blue Mosque terkenal yang berada di Istanbul, Turki. Sementara jika melihat bagian kubah, Anda akan langsung teringat pada Taj Mahal India yang sangat terkenal itu. berbagai keindahan dari penjuru bumi ini berpadu menjadi satu di masjid Agung Tuban.

Dari jauh, keindahan bangunan peribadatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Dari pantai Kota Tuban, masjid ini juga menawarkan keindahan tersendiri yang tak kalah menarik untuk dinikmati. Warga Tuban sering memanfaatkan indahnya pantai Tuban untuk sekedar melepas penat sekaligus menyaksikan keindahan masjid Agung dari kejauhan.

Daya tarik lain dari masjid ini juga terletak pada berbagai macam benda-benda yang merupakan peninggalan dari Wali Songo. Benda-benda bersejarah tersebut disimpan di Museum Kembang Putih masjid Agung Tuban dan dirawat dengan baik. Selain halnya berupa kitab suci Alquran kuno yang dibuat dari bahan kulit, ada pula berbagai barang lain seperti keramik Cina, sejumlah pusaka serta sarkofagus.

Demikianlah beberapa masjid yang memiliki keindahan luar biasa di Indonesia. Dengan keindahan yang luar biasa, wajar jika bangunan-bangunan ini juga menjadi tujuan wisata religi populer di Indonesia. Tak hanya citarasa klasik, beberapa diantaranya juga menawarkan kesan modern yang menghadirkan sensasi berbeda.

Kenyamanan beribadah di dalam masjid juga terjamin oleh elemen interior berkualitas. Salah satu bagian penting demi kenyamanan beribadah para jamaah adalah karpet.  Begitu pula dengan masjid-masjid di atas yang pastinya juga menggunakan karpet masjid berkualitas untuk meningkatkan kenyamanan dan khusuknya beribadah para jamaah.

Begitu pual dengan masjid yang ada di sekitar lingkungan Anda yang pastinya juga ingin memberikan hal yang sama bagi para jamaah shalat. Anda yang tinggal di kawasan Jabodetabek bisa mendapatkan karpet sesuai kebutuhan masjid. Ada banyak pedagang yang jual karpet masjid Bekasi menyediakan berbagai produk dengan harga yang beragam untuk disesuaikan dengan budget dan kebutuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *